Friday, September 23, 2011

SEJARAH KABUPATEN KEBUMEN




radiokwk.com

Seperti halnya Daerah-daerah di Indonesia yang mempunyai latar belakang kultur budaya dan sejarah yang berbeda-beda, Kabupetan Kabumen memiliki sejarah tersendiri yaitu berdiri Kabupaten Kebumen dimana maksud yang dikandung untuk memberikan rasa bangga dan memiliki bagi warga masyarakat Kabupaten Kebumen yang selanjutnya dapat menumbuh kembangkan potensi-potensi yang ada sehingga dapat memajukan pembangunan di segala bidang .

Sejarah awal mulanya adanya Kebumen tidak dapat dipisahkan dengan sejarah Mataram Islam. Hal ini disebabkan adanya beberapa keterkaitan peristiwa yang ada dan dialami Mataram membawa pengaruh bagi terbentuknya Kebumen yang masih didalam lingkup kerajaan Mataram. Di dalam Struktur kekuasaan Mataram lokasi kebumen termasuk di daerah Manca Negara Kulon ( wilayah Kademangan Karanglo ) dan masih dibawah Mataram.

Berdasarkan Perda Kab. Kebumen nomor 1 tahun 1990 tentang Penetapan Hari Jadi Kabupaten kebumen dan beberapa sumber lainnya dapat diketahui latar belakang berdirinya Kabupaten kebumen antara lain ada beberapa versi yaitu :

Versi I

Versi Pertama asal mula lahirnya Kebumen dilacak dari berdirinya Panjer . Menurut sejarahnya menurut sejarahnya, Panjer berasal dari tokoh yang bernama Ki Bagus Bodronolo.Pada waktu Sultan Agung menyerbu ke Batavia ia membantu menjadi prajurit menjadi pengawal pangan dan kemudian diangkat menjadi senopati. Ketika Panjer dijadikan menjadi kabupaten dengan bupatinya Ki Suwarno( dari Mataram ), Ki Bodronolo diangkat menjadi Ki Gede di Panjer Lembah ( Panjer Roma ) dengan gelar Ki Gede Panjer Roma I, Pengangakatan tersebut berkat jasanya menangkal serangan Belanda yang akan mendarat di Pantai Petanahan sedangkan anaknya Ki Kertosuto sebagai patihnya Bupati Suwarno.Demang Panjer Gunung, Adiknya Ki Hastrosuto membantu ayahnya di Panjer Roma, kemudian menyerahkan jabatannya kepada Ki Hastrosuto dan bergelar Ki Panjer Roma II. Tokoh ini sangat berjasa karena memberi tanah kepada Pangeran Bumidirja. yang terletak di utara Kelokan sungai Lukulo dan kemudian dijadikan padepokan yang amat terkenal. Kedatangan Kyai P Bumidirja menyebabkan kekhawatiran dan prasangka, maka dari itu beliau menyingkir ke desa Lundong sedang Ki panjer Roma II bersama Tumenggung Wongsonegoro Panjer gunung menghindar dari kejaran pihak Mataram. Sedangkan Ki Kertowongso dipaksa untuk taat kepada Mataram dan diserahi Penguasa dua Panjer, sebagai Ki Gede Panjer III yang kemudian bergelar Tumenggung Kolopaking I ( karena berjasa memberi kelapa aking pada Sunan Amangkurat I ). dari Veri I dapat disimpulkan bahwa lahirnya Kebumen mulai dari Panjer yaitu tanggal 26 Juni 1677.

Versi II

Sejarah Kabupaten Kebumen dimulai sejak Tumenggung Arung Binang I yang masa mudanya bernama JAKA SANGKRIP yang berdarah Mataram dan dititipkan kepada pamannya Demang Kutawinangun. Setelah dewasa lalu mencari ayahnya ke keraton Mataram dan setelah membuktikan keturunan Raja maka ia diangkat menjadi Mantri Gladag, kemudian sampai Bupati Nayaka dengan Gelar Hanggawangsa. setelah diambil menantu oleh Patih Surakarta kemudian diangkat menjadi Tumenggung Arung Binang I sampai dengan keturunannya yang Ke III sedangkan Arung Binang IV sampai ke VIII secara resmi menjadi Bupati Kebumen.

Versi III

Asal mula nama Kebumen adalah adanya tokoh KYAI. PANGERAN BUMIDIRJA. Beliau adalah bangsawan ulama dari Mataram, adik Sultan Agung Hanyokro Kusumo. Ia dikenal sebagai penasihat raja, yang berani menyampaikan apa yang benar itu benar dan apa yang salah itu salah. Kyai P Bumidirjo sering memperingatkan raja bila sudah melanggar batas-batas keadilan dan kebenaran. Ia berpegang pada prinsip : agar raja adil dan bijaksana. Disamping itu juga ia sangat kasih dan sayang kepada rakyat kecil. Kyai P Bumidirjo memberanikan diri memperingatkan keponakannya, yaitu Sunan Amangkurat I. Karena sunan ini sudah melanggar paugeran keadilan dan bertindak keras dan kejam. Bahkan berkompromi dengan VOC (Belanda) dan memusuhi bangsawan ,ulama dan rakyatnya. Peringatan tersebut membuat kemarahan Sunan Amangkurat I dan direncanakan akan dibunuh, Karena menghalangi hukum qishos terhadap Kyai P Pekik dan keluarganya ( mertuanya sendiri ).

Untuk menghadapi hal itu, Kyai P Bumidirjo lebih baik pergi meloloskan diri dari kungkungan sunan Amangkurat I. Dalam perjalanan ia tidak memakai nama bangsawan , namun memakai nama Kyai Bumi saja.

Kyai P Bumidirjo sampai ke Panjer dan mendapat hadiah tanah di sebelah utara kelok sungai Lukulo , pada tahun 1670. Pada tahun itu juga dibangun padepokan/pondok yang kemudian dikenal dengan nama daerah Ki bumi atau Ki-Bumi-An, menjadi KEBUMEN.

Oleh karena itu bila lahirnya Kebumen diambil dari segi nama, maka versi Kyai Bumidirjo yang dapat dipakai dan mengingat latar belakang peristiwanya tanggal 26 Juni 1677.

Berdasarkan bukti-bukti sejarah bahwa Kebumen berasal dari kata Bumi, nama sebutan bagi P Kyai Bumidirjo , mendapat awalan Ke dan akhiran an yang menyatakan tempat.

Hal itu berarti Kabumen mula mula adalah tempat tinggal P Bumidirjo.

Di dalam perjalanan sejarah Indonesia pada saat dipegang Pemerintah Hindia Belanda telah terjadi pasang surut dalam pengadaan dan pelaksanaan belanja negara , keadaan demikian memuncak sampai klimaksnya sekitar tahun 1930. Salah satu perwujudan pengetatan anggaran belanja negara itu adalah penyederhanaan tata pemerintahan dengan penggabungan daerah-daerah Kabupaten (regentschaap) . Demikian pula halnya dengan Kabupaten Karanganyar dan Kebupaten Kebumen telah mengalami penggabungan menjadi satu daerah Kabupaten menjadi Kabupaten Kebumen. Surat keputusan tentang penggabungan kedua daerah ini tercatat dalam lembaran negara Hindia Belanda tahun 1935 nomor 629. Dengan ditetapkannya Surat Keputusan tersebut maka Surat Keputusan terdahulu tanggal 21 juli 1929 nomor 253 artikel nomor 121 yang berisi penetapan daerah kabupaten Kebumen dinyatakan dicabut atau tidak berlaku lagi. Ketetapan baru tersebut telah mendapat persetujuan Majelis Hindia Belanda dan Perwakilan Rakyat (Volksraad).

Sebagai akibat ditetapkannya Surat Keputusan tersebut maka luas wilayah Kabupaten Kebumen yang baru yaitu : Kutowingun , Ambal , Karanganyar dan Kebumen. Dengan demikian Surat Keputusan Gubernur Jendral De Jonge Nomor 3 tertanggal 31 Desember 1935 dan mulai berlaku tanggal 1 Januari 1936 dan sampai saat ini tidak berubah .Sampai sekarang Kabupaten Kebumen telah memiliki Tumenggung/Adipati/Bupati sudah sampai 29 kali.

KI BAGUS BODRONOLO

JAKA SANGKRIP

Jaka Sangkrip adalah anak Kyai Hanggayuda , karena sejak kecil ia menderita penyakit Ketrapen “puru” ia tidak disenangi keluarganya. pada waktu berumur 16 s/d 17 tahun ia meninggalkan Kutawinangun dan berguru kepada Kyai Amat Yusuf di desa Bojongsari dan memakai nama samaran Surawijaya dan termasuk murid yang luar biasa. Setelah selesai berguru lalu meninggalkan desa Bojongsari menuju desa Selang dan berguru ngaji kepada Kyai Jaiman. Di masa mudanya Jaka Sangkrip atau Surawijaya senang melakukan tapa brata dan menolong orang antara lain yaitu :

  • Di desa Prajutan Surawijaya melakukan tapa di bawah pohon “benda”, tapa Ngluwat (berkubur diri). karena kesaktiannya ia dapat menyembuhkan penyakit lumpuh yang dialami Keluarga Nalagati.
  • Di Karangbolong saat melakukan tapa di Gua Menganti ia mendapat wasiat cemeti (cambuk), dan di hutan Moros ia bertemu Kumbang ali-ali (roh halus) yang selalu membantu kesulitan Surawijaya dengan cara menjelma menjadi kera putih.
  • Di Gunung Brecong bertapa dengan mengikuti peredaran matahari pagi hari menuju ke timur, sore hari menuju ke barat, selama 15 hari.
  • Di Pantai Selatan bertapa menimbun diri di dalam pasir.

Setelah bertapa lalu menuju ke Gunung Bulupitu dan memperistri ratu jun bernama Nawangwulan. atas nasihat istrinya itu ia lalu pulang ke Kutawinangun dan diberi senjata” Kyai Naracabala”.

Pada waktu itu Kutawinangun diduduki oleh Demang Prawiragati sedangkan Kyai Hanggayuda bersembunyi di Ngabean.

NAMA-NAMA TUMENGGUNG/ADIPATI /BUPATI

YANG PERNAH MEMIMPIN KEBUMEN





NO N A M A TAHUN NAMA DAERAH FOTO
1 PANEMBAHAN BODRONOLO 1642-1657 PANJER
2 HASTROSUTO 1657-1677 PANJER
3 KALAPAKING I 1677-1710 PANJER
4 KRT.KALAPAKING II 1710-1751 PANJER
5 KRT.KALAPAKING III 1751-1790 PANJER
6 KRT.KALAPAKING IV 1790-1833 PANJER
7 KRT. ARUNGBINANG IV 1833-1861 PANJER
8 KRT. ARUNGBINANG IV 1861-1890 KEBUMEN
9 KRT. ARUNGBINANG IV 1890-1908 KEBUMEN
10 KRT. ARUNGBINANG IV 1908-1934 KEBUMEN
11 KRT. ARUNGBINANG IV 1934-1942 KEBUMEN
12 R. PRAWOTOSOEDIBYO.S 1942-1945 KEBUMEN
13 KRT. SAID PRAWIROSASTRO 1945-1947 KEBUMEN
14 RM. SOEDJONO 1947-1948 KEBUMEN
15 R.M. ISTIKNO SOSROBUSONO 1948-1951 KEBUMEN
16 R.M. SLAMET PROJORAHARDJO 1951-1956 KEBUMEN
17 R. PROJOSUDARTO 1956-1961 KEBUMEN
18 R. SUDARMO SUMOHARDJO 1961-1963 KEBUMEN
19 R.M. SUHARJO NOTOPROJO 1963-1964 KEBUMEN
20 DRS. R. SOETARJO KOLOPAKING 1964-1966 KEBUMEN
21 R. SUYITNO 1966-1968 KEBUMEN
22 MASHUD MERTOSUGONDO 1968-1974 KEBUMEN
23 R. SOEPENO SURYODIPROJO 1974-1979 KEBUMEN
24 Drs. H.DADIYONO YUDOPRAYITNO 1979-1984 KEBUMEN
25 DRS. ISWARTO 1984-1985 KEBUMEN
26 H. M.C. TOHIR 1985-1990 KEBUMEN
27 H. M. AMIN SOEDIBYO 1990-1995 KEBUMEN
28 H.M. AMIN SOEDIBYO 1995-2000 KEBUMEN
29 Dra. RUSTRININGSIH 2000 – 2005 KEBUMEN
30 Dra. Hj. RUSTRININGSIH, M.Si 2005 – 2008 KEBUMEN
31 K.H.M NASHIRUDDIN AM 2008-2010 KEBUMEN

PEMERINTAHAN KABUPATEN KEBUMEN

radiokwk

. PEMERINTAHAN

Kabupaten Kebumen terdiri dari 26 kecamatan yang terbagi menjadi 11 kelurahan dan 449 desa. Pada tahun 2007 jumlah Rukun Warga (RW) sebanyak 1.926 RW dan dibagi menjadi 6.963 RT. Kecamatan yang membawahi desa terbanyak yaitu Kecamatan Ambal dengan jumlah desa sebanyak 32 desa dan Kecamatan Kebumen dengan 29 desa/kelurahan. Sedangkan kecamatan yang paling sedikit jumlah desanya yaitu Kecamatan Sadang hanya 7 desa, akan tetapi kecamatan ini merupakan daerah tersulit di kabupaten ini.

Pada tahun 2007 jumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS Otonom) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kebumen sebanyak 14.077 orang. Dari jumlah tersebut 3,63% diantaranya berpendidikan SD, sedang yang berpendidikan SLTP sebanyak 6,88%, SLTA sebanyak 26,31%, D2/D3 sebanyak 35,44%, dan Sarjana sebanyak 27,74%. Jika dilihat menurut golongan kepangkatannya berturut turut golongan I (2,81%), golongan II (22,28%), golongan III (43,16%), dan golongan IV (31,75%).

Disamping PNS Otonom Pemda, di Kabupaten Kebumen juga terdapat PNS Instansi Vertikal yang berjumlah 1.829 orang, dengan persentase pegawai golongan I sebanyak 0,66%, golongan II sebanyak 24,89%, golongan III sebanyak 58,15%, dan golongan IV sebanyak 16,30%.

Penerbitan Kartu Keluarga, KTP, Akta Kelahiran, Akta Perkawinan, Akta Perceraian, Akta Kematian oleh Kantor Catatan Sipil dan Registrasi Penduduk pada tahun 2007 berturut-turut adalah 99.243, 183.985, 72.986, 146, 3, dan 39. Jika dibanding tahun 2006 realisasi penerbitan Kartu Keluarga turun sebesar 21,31%, KTP naik sebesar 1,63%, Akta Kelahiran naik 67,78%, Akta Perkawinan naik sebesar 19,67%, dan Akta Kematian naik 25,81%.

II. PERTAHANAN

Jumlah anggota TNI di Kabupaten Kebumen pada tahun 2007 sebanyak 478 orang, dari jumlah tersebut hanya ada satu anggota yang perempuan. Menurut tempat tugasnya 37 orang bertugas di MAKODIM 0709 Kebumen, 12 orang bertugas di Unit INTELDIM 0709 Kebumen dan sisanya sebanyak 429 orang tersebar di 22 KORAMIL yang ada di wilayah Kabupaten Kebumen.

Sedang anggota POLRI yang ada di Kabupaten Kebumen sebanyak 853 orang dengan jumlah anggota perempuan sebanyak 21 orang. Menurut tempat tugasnya 356 orang bertugas di POLRES Kebumen dan 497 orang bertugas di 22 POLSEK yang ada di wilayah Kabupaten Kebumen.

Untuk menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masyarakat, partisipasi anggota Pertahanan Sipil (HANSIP) sangat diperlukan. Pada tahun 2007 jumlah anggota HANSIP di wilayah Kabupaten Kebumen sebanyak 15.037 orang terdiri dari 14.848 orang laki-laki dan 189 orang perempuan, yang tersebar di semua kecamatan di Kabupaten Kebumen. Sedangkan jumlah Pos/Gardu Keamanan sebanyak 4.114 buah berkurang 59 buah jika dibanding pada tahun 2006.

Thursday, September 22, 2011

ibu


oleh Jalma Qsik pada 23 septeber 2011

pandongane ibuku,iku sifat kandelku

gegamaning uripku,jroning sanubariku

tetesing kang waspomu,tondo tulus atimu

ingkang tansah lumintu,marang kanugrahan kang satuhu

marang putramu..........................

naliko biyen sangang sasi nang garbaneibu tansah sabar najan ra penak rasane

sak jroning roso ibu tresno mring putranembesuk yen lahir ojo nganti nglaleake

marang kang ibu kang wes nggulo wentah,wiwit seko bayi nganti gede jumangkah

mulo ngati-ati ojo podo mbantah,yen ibu nganti duko uripmu bakal susah

sopo kang wani mblenjani dawuhe ibu,opo maneh wani nglaleake kang ibu

bakal nompo doso sak jroning uripmu,keno murkaning Gusti kang wujud bebendu

ibarat jambu jenenge jambu mete,sirahe ono ngisor sikile nang nduwure

mulo podo mangertiyo ibu kuwi suargo,kang biso mujudake uripmu ning alam dunyo